Laylock The Charity Knitting Challenge
Sudah lama sekali tidak posting di blog ini. Hehehe, karena banyak kesibukan atau lebih tepatnya malas mungkin. Saya banyak menulis di blog saya yang satunya di gizi kuliner, dan sesekali posting dagangan di nurcha. yup. blog gizi kuliner jadi wadah untuk belajar saya menulis tentang tema yang berkaitan dengan sisi akademis. Blog nurcha sekarang jadi blog dagang saya. Saya pilih blog nurcha menjadi olshop karena memang sudah lebih populer dan banyak dikunjungi. hehehe. blog saya yang ini relatif jarang dikunjungi orang alias kurang populer. Satu lagi, blog saya yang giveaway, saya nonaktifkan dan saya masukkan menjadi salah satu laman di blog ini. Sepertinya, saya tidak berhasil mengejar seratus projek untuk satu tahun, sekarang sudah awal februari, dan 14 februari cuma sebentar lagi, dan saya baru menyelesaikan 37 projek saja. menyedihkan.

Biarpun gagal menyelesaikannya dalam setahun, saya berencana untuk tetap meneruskannya hingga 100 projek itu selesai. Wish me luck. Nah, berkaitan dengan itu, satu kali saya jalan-jalan ke salah satu blog yang sangat manis yang bernama laylock. Di sana, pemilik blog itu Derya Davenport, sedang mengadakan projek charity knitting challenge yang sebenarnya hampir mirip dengan projek yang sedang saya kerjakan. di sana, Derya menuliskan projek yang dikerjakannya untuk projek charity ini. Ide bagus. Bisa jadi kegagalan saya dalam memenuhi target, selain karena kemalasan, kesibukan, adalah tidak adanya projek yang jelas yang saya kerjakan. saya tidak fokus dalam memilih projek dan tidak konsisten dalam mengerjakannya.
Nah, sekarang saya sudah mulai membuatnya. dan projek pertama adalah jaket anak, saya mengambil polanya dari sini. Nama projeknya adalah snug. Tidak akan sama persis dengan itu, tetapi semacam itu. Saya hanya menggunakan garter dalam pembuatan snug ini.
membuat pola
dalam proses pengerjaan kardigan lima kancing ini, tidak berjalan semulus yang saya bayangkan. mengerjakan projek rajutan yang tidak ada polanya membuat kita harus pintar-pintar mencari cara agar hasil rajutan tampak seperti yang diminta. ketika membuat projek rajutan biasa saya hanya menggunakan feeling dan catatan hitungan yang diperlukan. hitungan dan catatan akan menjadi penting ketika kita mulai membuat lingkar lengan, lingkar leher, dan bahu. jika ini tidak dicatat, percayalah, kita bisa lupa dan hasilnya bisa tidak simetris.
dalam pembuatan kardigan ini saya belajar membuat catatan pola sederhana. mengingat ketika membaca pola yang sudah ada saya malah bingung. akhirnya saya menerjemahkan pola itu dan menyesuaikannya dengan projek saya. dari sini saya belajar. membuat pola itu susah. terbayang para perajut itu membuat satu karya mereka mungkin membutuhkan waktu berapa lama ketika menerjemahkan orat-oret gambar mereka menjadi pola yang bisa dipraktikkan oleh siapa saja. wah salut sekali.
untuk kardigan ini, kalau sudah selesai, saya akan menuliskan polanya di sini. jadi bagi siapa pun yang ingin mencoba membuatnya, silakan. dan jangan segan untuk membagi fotonya yang sudah jadi dengan saya.
hehehe, biar begitu, untuk sekarang masih saya catat dulu dan saya buat, jadi belum bisa saya tuliskan di sini sekarang karena catatan itu masih ada di buku saya
kardigan kancing lima
sekarang saya sedang mengerjakan kardigan lima kancing pesanan seorang sahabat dari jakarta. kardigan yang saya kerjakan adalah man cardigan ukuran xl. modelnya atas permintaan pemesan dan saya bertugas menerjemahkan model tersebut menjadi pola lalu merajutnya. ini dia penampakan kardigan yang dipesannya.
untuk kardigan ini saya menggunakan benang katun bali no. 14 berwarna hijau pupus. stik sirkular ukuran 2,75 mm dan 3,5 mm. tusuk yang digunakan jika saya baca dari polanya adalah tusuk double moss stitch dan double rib. simpel sebenarnya tapi butuh ketekunan luar biasa untuk merajutnya karena monoton dalam merajutnya. tapi ini ada bagusnya juga karena sederhana, jadi saya bisa merajut sambil menonton dvd dengan santai. hehehe….
untuk tensi rajutan saya belum mengukurnya secara tepat. tapi kemungkinan ada di sekitar 5-6 tusuk per cm. baik untuk ribbingnya dan moss stitchnya. sebenarnya agak sulit menerjemahkan model gambar ke dalam bentuk aslinya. itu berarti harus jeli melihat semua bagiannya dan dijadikan kardigan yang nyata karena tidak ada polanya. saya tidak langsung merajutnya, saya survei dulu kardigan pria mana yang mirip dengan kardigan ini, karena saya tampaknya akan mengalami kesulitan ketika menjahit kerahnya. saya pun riset berbagai jenis pola dengan model yang mirip dengan model ini. alhamdulillah saya menemukannya. setidaknya ada dua yang mirip dengan ini, yang pertama adalah charcoal cardigan karya kate kuckro yang bisa dilihat di link ini atau anda bisa mengunduhnya di sini. bisa juga didapatkan pada www.knittingdaily.com, tapi harus mendaftar dulu jadi anggota, mudah kok, cuma tinggal isi alamat surel, dan kita sudah menjadi anggota dan mendapat fasilitas untuk mengunduh pola-pola gratis yang cantik dan elegan di sana.
selain pola charcoal cardigan saya juga menemukan pola bonspiel di ravelry hasil olah pola dari Nigel. ini dia gambarnya

dari http://www.flickr.com/photos/8558873@N08/5688884952

diambil dari http://www.flickr.com/photos/8558873@N08/5688884952

diambil dari http://www.flickr.com/photos/8558873@N08/5688884952
dan ini adalah tensi rajutan versi nigel

http://www.flickr.com/photos/8558873@N08/5688884952
ini dia penampakan bonspiel versi nigel

diambil dari http://www.flickr.com/photos/8558873@N08/5688884952
ada perbedaan antara bonspiel yang saya buat dengan versi nigel, perbedaan ada pada tusuknya dan jumlah kancing nantinya. but overall, keduanya mempunyai model yang hampir sama.
untuk saat ini saya masih mengerjakan bagian belakangnya dan baru 32 cm… masih jauh lagi. karena untuk bagian belakangnya dari bawah sampai ke lingkar lengan perlu 42 cm dan lingkar lengannya tingginya 25 cm.. masih jauh lagi perjalanan. saya sih menargetkan tanggal 25 ini saya sudah menyelesaikan bagian belakangnya. semoga tercapai. dan saya bisa melanjutkan ke bagian-bagian yang lainnya seperti dua lengan, bagian depan dan hem sampai kerah. semoga selesai akhir oktober ini. amin.
ini dia penampakan bagian yang sudah saya kerjakan.
itu semua baru ribbingnya saja, beberapa minggu yang lalu, yang terakhir nanti saya update belakangan.
hoodie vest
saya mengerjakan hoodie vest untuk q-el ini bersamaan dengan tempest cardigan. dan hoodie vest untuk q-el baru selesai kemarin (11 september 2011). saya tidak menggunakan pola untuk hoodie vest ini. semuanya memakai kirameter. saya pun tidak menuliskan polanya. mengingat relatif mudah dan tidak menggunakan tusuk yang sulit, maka sebenarnya jika benar-benar rajin dikerjakan, tidaklah membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. yang mulai agak terasa kesulitannya adalah ketika membuat kancing depan dan hoodienya. setelah dieksplorasi, akhirnya berhasil juga jadi hoodienya. hoodienya malah jadi tampak seperti topi gnomeo. hihihi, jadi lucu.
hoodie vest ini hampir tanpa jahitan. jahitannya cuma ada di bagian bahu saja. sisanya dirajut. ini dia penampakan hoodie vestnya. hoodie yang sudah dipake sama q-elnya menyusul
This slideshow requires JavaScript.
tempest cardigan
saya membuat kardigan tempest, yang polanya saya ambil dari situs knitty, tepatnya di link ini. saya sengaja memilih pola ini karena sederhana dan tidak banyak pernak-perniknya. dan saya rasa juga kardigan ini sesuai dengan karakter pemesannya. benang yang saya gunakan untuk membuat projek ini adalah benang impor merek KUKA. campuran antara akrilik dan merino. benangnya sangat lentur dan lembut sehingga menyenangkan untuk merajutnya. sungguh, menyenangkan merajutnya dan rasanya cepat ketika merajut kardigan tersebut.
ketika membuatnya, sempat terpending beberapa lama karena disambi mengerjakan ini dan itu. dan juli kemarin, alhamdulillah kardigan tersebut selesai. ada beberapa hal yang saya tidak puas ketika kardigan tersebut sudah selesai. secara umum hasil rajutannya rapi, tetapi smart stripesnya tidak terbentuk dengan baik. gak enak juga sama yang mesen, tapi bodohnya saya, itu semua baru ketauan pas udah jadi. tepok jidat. harusnya smart stripes itu sama antara kanan dan kirinya. tetapi ternyata tidak sama. inilah susahnya merajut menggunakan stripes. tapi setidaknya dari sini saya belajar, jika hendak merajut dengan benang yang smart stripes untuk kardigan terutama, kita harus menggunakan benang dari gulungan baru supaya stripenya sama. dan dari sisa gulungan tersebut barulah dibuat pelengkapnya.
ini dia penampakan tempest cardigan hasil rancaagan ann weaver yang saya buat untuk sahabat saya. semoga berkenan. jika ada para pembaca yang ingin memesan rajutan, silakan kontak saya via imel di asai_qifa@yahoo.com
This slideshow requires JavaScript.
di balik pembuatan knitted teddy bear dan chicken doll
rasanya sudah lama sekali tidak posting di blog ini sejak postingan terakhir saya. saya benar-benar terkena virus malas akut. selama seminggu kemarin saya berhasil menyelesaikan tiga buah projek cepat. tiga buah amigurumi, teddy bear, chicken dol, dan kopaja.
amigurumi beruang teddy, saya sengaja membuatnya untuk rida mengingat membuat syal tidak selesai-selesai hingga saat ini, syal hitam yang sedang saya kerjakan pun masih seperempat dan belum bertambah lagi hingga sekarang. saya merasa bosan merajut syal karena panjang dan rasanya tidak selesai-selesai. atau mungkin pola yang saya gunakan terlalu makan waktu. kalau ribbing saja atau bahkan garter mungkin akan lebih cepat. ah ini memang sayanya saja yang menyulitkan diri sendiri. hihihi.
rida with her shy smile
dalam membuat amigurumi teddy ini saya tidak mengalami kesulitan yang berarti karena relatif mudah dalam teknik dan juga cepat selesai, (saya mengerjakannya ahad 12 juni dan esoknya 13 juni sudah selesai semua bagiannya). saya bisa dengan cepat melihat hasilnya. awalnya saya hendak mengisi beruang kecil ini dengan dakron, tetapi saya kesulitan untuk meluangkan waktu pergi ke toko yang menjual dakron. sempat saya pergi mencari di daerah gerlong, tetapi saya tidak menemukannya. saya pending dulu pengerjaannya. sempat pula hendak memesannya di toko online pada hari seninnya (13 juni), tapi saya batal membelinya. akhirnya saya berencana untuk membeli dakron itu pada sabtu (18 juni).
tapi rencana tinggal rencana, karena pada selasa (14 juni), rida mengabari saya bahwa dia ada di bandung. saya pikir, ini waktu yang tepat untuk memberikan boneka itu langsung kepadanya. malamnya saya mengubah semua rencana itu. saya pun membongkar persediaan benang saya dan saya menemukan gulungan benang korduroy (yang menurut saya kurang menyenangkan jika digunakan untuk merajut. gulungan itu saya urai dan saya jadikan isian boneka. tidak jelek, dan lumayan empuk. akhirnya jadilah si teddy itu.
pada selasa itu juga saya janji bertemu dengan sherly, sahabat baik saya. dan saya berencana juga untuk memberinya boneka ayam. dan malam itu, malam 15 juni (hari lahir saya dari rahim ibu), alhamdulillah, saya berhasil menyelesaikan dua boneka untuk saya hadiahkan kepada dua sahabat baik saya. dan alhamdulillah selesai keduanya dengan hasil yang memuaskan (setidaknya menurut saya).
amigurumi chicken doll, itu saya sengaja buat karena memang sangat mudah dan tidak ribet sama sekali, pembuat polanya memang luar biasa. setelah semuanya jadi, paginya saya membungkusnya dan kedua bingkisan itu siap diberikan kepada keduanya. dan hari itu 15 juni 2011 adalah salah satu hari terindah dalam hidup saya. selain bertemu dengan sherly dan rida, saya pun bertemu dengan mei. saya bertemu rida pada pagi hari, dan bercengkerama dengan sherly dan mei pada petang hari, kami makan malam bersama dan bercerita banyak hal. ah, what a wonderful day.
we have a nice chat and food. what a wonderful night.
saya juga ketemu justin bieber, hehehe
kisah jaket dastan
jaket bayi ini polanya berasal dari buku maran ilustrated for knitting and crocheting. saya dengan sengaja menyela projek tempest cardigan dan memulai membuat projek ini ketika mendengar kabar bahwa salah seorang sahabat telah kembali ke bandung setelah sebelumnya melahirkan di kampung halamannya. saya mengerjakannya selama dua minggu. sebenarnya bisa lebih cepat lagi, tetapi sempat saya sempat pula merasa frustrasi ketika proses penjahitan, melakukan kesalahan, dan tertunda pengerjaan ketika mudik ke jakarta pada saat long weekend kemarin.
awalnya saya hendak membuat topi atau sepatu saja. tapi saya penasaran ingin membuat sesuatu yang lain. dan saya pun memilih jacket wonderful outfit dari buku tersebut karena polanya relative mudah untuk dikerjakan hanya tusuk-tusuk dasar dan segudang kesabaran dalam mengerjakannya.
benang katun bali warna biru turkis yang saya punya menjadi pilihan, saya merasa itu cocok untuk bayi karena lembut dan dingin. saya pikir satu gulung cukup untuk membuat baju, ternyata tidak dan saya pun membeli satu gulung lagi untuk mencukupi kebutuhan pembuatan jaket tersebut. untuk mendapatkan segulung benang bali itu, saya harus berpanas-panas dan tersasar serta berjalan jauh untuk bisa sampai ke tobucil. tapi tak apa yang penting saya bisa mendapatkan benang itu.
saya pun melanjutkan kembali pembuatan jaket tersebut. sempat tersendat-sendat pula ketika membuat lengan karena penambahan tusuk di ujung-ujungnya. dan kesalahan ketika membuat penambahan pada pinggiran pembuatan lengan tersebut ini saya baru rasakan akibatnya ketika sampai pada proses penjahitan lengan, ternyata bagian sampingnya tidak simetris. ah, tapi masih bisa diakali dan tetap jadi.
kesulitan lain yang saya alami adalah ketika sampai proses penjahitan untuk menggabungkan semua bagian-bagian yang telah dirajut tersebut. saya membuka lagi dan belajar lagi teknik menjahit yang baik dan rapi serta membuat hasil rajutan itu tidak terlihat seperti dijahit. dalam proses penjahitan ini ada proses try and error serta bongkar pasang jahitan. sempet berhenti sejenak karena rasanya loss of mind dan muncul rasa sebal karena proses penjahitan tidak semudah dan seindah yang saya bayangkan. ketika itu pula saya mengerti mengapa akhirnya muncul teknik seamless knitting karena ternyata proses penjahitan tersebut kadang-kadang malah membuat frustrasi. tapi akhirnya saya berhasil melewatinya. satu hal lagi yang membuat frustrasi adalah ketika membuat ribbing kerah. rasanya gak selesai-selesai.
akhirnya dengan perjuangan sedemikian rupa, sabtu kemarin tanggal 21 mei 2011, jaket tersebut berhasil diselesaikan setelah dua minggu mengerjakannya secara maraton. alhamdulillah segala puji kepada Allah dipanjatkan. dan saya pun bisa kembali melanjutkan projek tempest cardigan punya upil.
saya lupa untuk mengabadikan setiap tahapan pembuatan jaket dastan. tapi ini dia foto-foto jaket dastan setelah selesai. i love it. rasanya bagus banget mission accomplished gitu. bisa berhasil membuat baju. dan itu adalah baju ketiga untuk anak yang saya buat. jika jaket dastan sudah berhasil, saya rasa saya bisa membuat jaket untuk mas yanto, my beloved husband, yang belum tau kapan dibuatnya.
alhamdulillah, berkurang lagi satu dari target 100 giveaway knitting project. masih ada banyak lagi. dan waktu sudah semakin mendekati februari 2012.
jaket dastan, mission accomplished. well done baby!
This slideshow requires JavaScript.
sarung tangan
saya sedang pula belajar membuat sarung tangan. saya membuatkan sarung tangan manset panjang tanpa penutup jari untuk sahabat saya sherly. benangnya dari sherly sendiri, saya hanya membantu untuk membuatkannya. polanya sudah ada dalam bayangan, dan saya juga mengunduh salah satu pola fingerless glove atau mitten tapi yang agak panjang karena akan digunakan sebagai manset ketika menyetir mobil agar tidak hitam.
awalnya saya akan menggunakan stik sirkular untuk membuatnya. eh, sherly juga meminjamkan stiknya untuk digunakan, tapi tidak terpakai malah saya gunakan untuk projek yang lain. kembali ke stik sirkular, saya malah kerepotan sendiri menggunakannya karena harus tarik sana sini. akhirnya saya belajar menggunakan stik dua ujung alias double point needle atau dpn untuk merajut sarung tangan ini. bismillah. awalnya saya ragu saya bisa, tapi saya pikir, logikanya sama dengan merajut sirkular hanya saja ini menggunakan empat buah stik, satu stik kerja dan 3 stik penahan rajutan. untuk meyakinkan, saya juga membuka dan membaca buku-buku rajutan. dan saya pun mempraktikkannya. dan bisa sodara-sodara. alhamdulillah ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.
awalnya, untuk pangkal manset ini saya menggunakan single rib, tetapi ada yang terlewat ribbingnya, jadilah saya membongkarnya kembali. dan bismillah, pagi tadi saya memulai lagi merajutnya dengan double rib untuk pangkal mansetnya. pangkalnya sudah selesai, sekarang sedang membuat badan tangannya. ini dia penampakannya.
yang menjadi pemikiran saya adalah bagaimana caranya membuat lubang untuk ibu jari, dan jari-jari lainnya. hihihi, biarlah saya mengerjakan ini dulu. itu akan menyusul. saya baca buku dulu atau nonton dulu tutorialnya di youtube.com. semoga ini cepat selesai. pengennya sih minggu ini, jadi pas ketemu sherly ntar sabtu di crafty days, udah jadi dan bisa dikasihkan. tapi kalo belum, ya mau gimana lagi. hehehe, bergantung pada usahanya sebenarnya.
bersamaan dengan projek ini, saya juga mengerjakan kardigan untuk upil. nanti saya ulas sendiri. memulai membuat syal untuk rida (yang dari dulu belum beres-beres juga), percobaan bikin kardigan bolero lace yang polanya saya ambil dari ravelry, dan hoodie vest untuk q-el. ulasannya nanti menyusul satu per satu.
redhook brooklyn tweed
sudah beberapa hari ini saya sangat terobsesi untuk membuat vest tunic karya jared flood yang ada dalam bukunya made in brooklyn.
saya kepengeeeeen banget buat vest tunic yang diberi nama redhook itu. sudah berencana untuk membeli polanya dan akan membuatnya untuk saya sendiri. bisa sih ngarang-ngarang ukurannya dan bentukannya, karena sebenarnya polanya dasar banget. tapi….. pengen ada pola yang ngejentreng di depan mata dan merajut sesuai pola itu. akan segera direalisasikan. bismillah. smangaaat.
ini dia penampakan si redhook yang saya ambil dari ravelry dan beberapa foto yang dibuat oleh mereka yang sudah membuat si vest tunic ini. saya akan segera menyusul mereka.
This slideshow requires JavaScript.





















